Saat aku mati
Saat itulah dia menangis
Dan saat itulah kamu lahir kembali
Just my life in a spontaneous writing/ but don't trust that seeing is believing/ cause I just learned one thing/ the universe is always changing :)
Jumat, 30 September 2011
Kamis, 29 September 2011
WASPADA MODUS PENIPUAN BERKEDOK TASPEN
Hari ini adalah salah satu hari yang sial dalam hidupku. Aku tertipu oleh seseorang yang mengaku bernama Sugiarto yang mengklaim berasal dari Taspen (tabungan asuransi sosial pegawai negeri). Awalnya aku belum dihubungi Sugiarto, tetapi oleh seseorang yang bernama Setiawan yang mengaku berasal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Setiawan saat menelpon pertama menanyakan tentang ayahku yang disebut menerima dana dividen asuransi yang hanya bisa diambil sekali seumur hidup oleh sang pensiunan atau ahli warisnya. Setiawan menyuruhku menghubungi Sugiarto di Taspen untuk mekanisme pencairan. Sugiarto menjelaskan bahwa dividen yang akan diterima adalah Rp50 juta, tetapi dipotong untuk administrasi 5 persen atau 2,5 juta.
Setiawan saat menelpon pertama menanyakan tentang ayahku yang disebut menerima dana dividen asuransi yang hanya bisa diambil sekali seumur hidup oleh sang pensiunan atau ahli warisnya. Setiawan menyuruhku menghubungi Sugiarto di Taspen untuk mekanisme pencairan. Sugiarto menjelaskan bahwa dividen yang akan diterima adalah Rp50 juta, tetapi dipotong untuk administrasi 5 persen atau 2,5 juta.
WHERE'S DILBERT?
Dilbert adalah salah satu kartun strip yang sangat aku sukai di harian Kompas. Ini karena kartun tersebut mengungkapkan kesatiran bagi seorang pegawai atau pekerja kantoran bagaikan hidup di dunia penuh keanehan. Namun uniknya, berbagai keanehan itu (yang memang terasa agak hiperbol/berlebihan, tetapi kerap mengandung kebenaran :) diterima begitu saja oleh dunia kantoran tersebut.
Latar dari kartun Dilbert mengisahkan sebuah kantor yang memiliki tokoh utama seorang karyawan-insinyur mesin bernama Dilbert. Ia memiliki berbagai rekan kerja dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda, seperti Wally yang sinis, dan Asok yang lugu. Selain itu, ia juga memiliki Boss dengan rambut seperti Don King (tetapi ada dua puncaknya), yang kerap menjadi bahan utama dari beragam kebijakan perusahaan kantor Dilbert yang absurd. Hal yang lebih unik lagi adalah tokoh Dogbert yang awalnya merupakan binatang piaraan Dilbert tetapi kemudian dapat menjadi konsultan dari perusahaan tempat Dilbert bekerja.
Latar dari kartun Dilbert mengisahkan sebuah kantor yang memiliki tokoh utama seorang karyawan-insinyur mesin bernama Dilbert. Ia memiliki berbagai rekan kerja dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda, seperti Wally yang sinis, dan Asok yang lugu. Selain itu, ia juga memiliki Boss dengan rambut seperti Don King (tetapi ada dua puncaknya), yang kerap menjadi bahan utama dari beragam kebijakan perusahaan kantor Dilbert yang absurd. Hal yang lebih unik lagi adalah tokoh Dogbert yang awalnya merupakan binatang piaraan Dilbert tetapi kemudian dapat menjadi konsultan dari perusahaan tempat Dilbert bekerja.
Rabu, 28 September 2011
AKHIRNYA ADA FOTO DI PIGURA KAMAR..
Akhirnya, pigura dari bahan daur ulang yang terdapat di kamar tidurku terisi pula oleh foto setelah bertahun-tahun kosong tidak terisi :) Pigura yang bertahun-tahun kosong itu agak mengganggu karena kerap terdapat pertanyaan "Kok, piguranya tidak ada foto di dalamnya?"
Pertama-tama aku berpikir ingin mengisinya dengan fotoku sendiri. Namun rasanya kok terlalu narsis yah? apalagi bila foto itu close-up dengan senyum lebar yang sumringah menyeringai agak menyeramkan (hehehe..)
Pertama-tama aku berpikir ingin mengisinya dengan fotoku sendiri. Namun rasanya kok terlalu narsis yah? apalagi bila foto itu close-up dengan senyum lebar yang sumringah menyeringai agak menyeramkan (hehehe..)
Selasa, 27 September 2011
WHAT IS A POET?
WILLIAM WORDSWORTH, Penyair Inggris (1770 - 1850)
"He is a man speaking to men; a man, it is true, endowed with more lively sensibility, more enthusiasm and tenderness, who has a greater knowledge of human nature, and a more comprehensive soul, than are supposed to be common among mankind; a man pleased with his own passions and volitions, an who rejoices more than other men in the spirit of live that is in him; delighting to contemplate similar volitions and passions as manifested in the goings-on of the Universe, and habitually compelled to create them, where he does not find them."
([Penyair] adalah seseorang yang berbicara dengan manusia lainnya; seseorang yang diberkahi dengan kesanggupan merasakan kehidupan, lebih antusias dan lembut, dengan jiwa yang memiliki cakupan yang lebih luas daripada yang biasa dimiliki di antara umat manusia; seseorang yang puas dengan hasratnya dan kemauannya sendiri, dan dia lebih merayakan semangat kehidupan di dalam dirinya dibanding orang lain; senang untuk merenungkan kemauan dan hasrat serupa yang ditunjukkan beragam peristiwa yang terjadi di dalam Semesta, dan kerap terdorong untuk menciptakan sesuatu yang tidak dia temukan oleh dirinya."
"He is a man speaking to men; a man, it is true, endowed with more lively sensibility, more enthusiasm and tenderness, who has a greater knowledge of human nature, and a more comprehensive soul, than are supposed to be common among mankind; a man pleased with his own passions and volitions, an who rejoices more than other men in the spirit of live that is in him; delighting to contemplate similar volitions and passions as manifested in the goings-on of the Universe, and habitually compelled to create them, where he does not find them."
([Penyair] adalah seseorang yang berbicara dengan manusia lainnya; seseorang yang diberkahi dengan kesanggupan merasakan kehidupan, lebih antusias dan lembut, dengan jiwa yang memiliki cakupan yang lebih luas daripada yang biasa dimiliki di antara umat manusia; seseorang yang puas dengan hasratnya dan kemauannya sendiri, dan dia lebih merayakan semangat kehidupan di dalam dirinya dibanding orang lain; senang untuk merenungkan kemauan dan hasrat serupa yang ditunjukkan beragam peristiwa yang terjadi di dalam Semesta, dan kerap terdorong untuk menciptakan sesuatu yang tidak dia temukan oleh dirinya."
Senin, 26 September 2011
UPDATE-BEKAS LUKA TIGA PEKAN PASCAOPERASI
Sudah tiga pekan berlalu sejak operasi ekstraksi kuku akibat cantengan. Alhamdulillah luka di tempat alas kuku sudah kering. Tidak ada lagi darah yang keluar. Namun, aku mencemaskan rasa sakit yang terdapat di jempol bagian kiri bawah.
Sekadar informasi, di bagian inilah dahulu sebelum dicabut, kuku jempolku tumbuh hingga tertancap di daging kiri bawah jempol. Dulu, hal itu mengakibatkan rasa sakit. Sekarang, rasa sakitnya telah berkurang tetapi masih terasa di bagian tersebut.
Sekadar informasi, di bagian inilah dahulu sebelum dicabut, kuku jempolku tumbuh hingga tertancap di daging kiri bawah jempol. Dulu, hal itu mengakibatkan rasa sakit. Sekarang, rasa sakitnya telah berkurang tetapi masih terasa di bagian tersebut.
Minggu, 25 September 2011
KETIKA BULE MENCOBA KARAPAN SAPI DI BALI
Di Bali ternyata juga ada karapan sapi yang disebut sebagai Grubungan. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu hiburan yang digelar di Pantai Lovina bagi ratusan peserta Sail Wakatobi Belitong (SWB 2011) yang diikuti oleh peserta dari sekitar 16 negara antara lain Swedia, Kanada, Prancis, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Jerman.
Ternyata orang-orang asing itu, baik perempuan maupun lelaki, tampak antusias ketika menonton atau mencoba sendiri menunggangi karapan sapi tersebut. Banyak dari orang bule itu yang mencoba mengabadikan peristiwa itu dengan kamera yang mereka miliki.
Ternyata orang-orang asing itu, baik perempuan maupun lelaki, tampak antusias ketika menonton atau mencoba sendiri menunggangi karapan sapi tersebut. Banyak dari orang bule itu yang mencoba mengabadikan peristiwa itu dengan kamera yang mereka miliki.
Langganan:
Postingan (Atom)
