Photobucket
Tampilkan postingan dengan label BALADA BUS KOTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALADA BUS KOTA. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

KALA PENGAMEN BUS KOTA JADI PEGAWAI KEDUBES

Nasib orang memang tak gampang ditebak.

Pada Jumat (16/9) lalu, saat perjalanan pulang naik bus Kopaja AC S 13 (Ragunan-Slipi), aku bertemu dengan seseorang perempuan yang memakai baju safari berwarna hijau gelap. Awalnya aku tidak mengenalinya, tetapi setelah melihat secara seksama, aku baru menyadari bahwa dia adalah orang yang dulu kerap mengamen di bus kota Patas AC 16 (Rawangun - Lebak Bulus).

Kami pun bertegur sapa karena memang sebelumnya telah beberapa kali mengobrol. Ternyata sang pengamen itu, sebut saja Jen, saat ini telah menjadi seorang pegawai kedutaan besar Belanda di Jakarta. "Saya menjadi sopir di sana," kata Jen yang memang memiliki perawakan macho hingga agak seperti lelaki ini.

Selasa, 23 Agustus 2011

TIPS NAIK BUS DI JAKARTA

Berikut beberapa tips untuk naik bus kota atau Patas AC atau metromini atau kopaja atau koantas bima atau angkot atau berbagai angkutan umum lainnya yang terdapat di Jakarta (mudah-mudahan bisa membantu.. :)

1. Jangan naik di (dekat) perempatan
    Pengalaman aku, semakin banyak orang yang menunggu di perempatan, maka akan semakin banyak pula angkutan umum yang akan mengetem di perempatan tersebut. Masalahnya, mengetem di perempatan akan semakin memacetkan jalan bukan hanya di satu sisi saja, tetapi bisa berpengaruh hingga ke empat sisi jalan (ingat, ini perempatan..)
    Bila memang terpaksa untuk memberhentikan di (dekat) perempatan, maka cobalah berjalan agak menjauh dari perempatan sehingga bila kita memberhentikan angkutan umum tidak berpotensi memacetkan berbagai arus jalan yang terhubung dengan perempatan tersebut.

Rabu, 17 Agustus 2011

MENUNGGU KONSISTENSI KOPAJA AC S-13

Pada Senin (15/8) yang lalu, aku sempat pulang dengan menggunakan angkutan umum yakni bus Kopaja S-13 (Ragunan Belakang - Slipi). Kopaja ini sekarang menjadi perhatian karena merupakan armada pertama dari Kopaja yang menggunakan AC. Selain itu, pihak pengelola Kopaja juga menjanjikan bahwa Kopaja AC ini juga bertujuan antara lain untuk menyuguhkan armada transportasi publik yang nyaman dan tidak ugal-ugalan.

Tujuan yang mulia. Apalagi bila melihat kelakuan (sebagian) pengemudi bus Kopaja, Metromini, Koantas Bima, dkk,  yang sering menyetir dengan seenaknya dan berhenti untuk menurunkan para penumpang di tengah jalan, bahkan saat bus itu masih belum berhenti sepenuhnya. Sebagai orang yang setia dalam menggunakan angkutan umum sehari-hari, kekesalan dan kekecewaan juga kerap kurasakan bila para penumpang di-"oper" (istilah yang bermakna bahwa satu bus menurunkan seluruh penumpang untuk diangkut ke bus berikutnya yang memiliki rute tujuan yang sama atau setidaknya searah).

Jumat, 29 Juli 2011

KISAH SPG DI BUS KOTA

Pengalamanku dengan SPG (sales promotion girl) bisa dibilang cukup banyak. Ini karena aku pernah bekerja di salah satu hipermarket sebelum terjun ke dunia jurnalistik.. Aku tahu berdasarkan pengalamanku, bahwa orang-orang terkadang kerap meremehkan SPG hanya sebagai pemanis produk atau suatu pekerjaan yang hanya mengutamakan penampilan..

Padahal kawan-kawan, kerja SPG itu juga cukup berat dan melelahkan juga.. Bila barang produk mereka terlihat kosong di rak pajangan, maka tidak jarang mereka sendiri yang harus turun ke gudang dan berjibaku mencari produk mereka di berbagai tumpukan barang, lalu mereka juga kerap harus menggotong produk itu hingga ke lantai atas untuk menampilkannya di rak pajangan..

Kamis, 28 Juli 2011

HAH?! BAPAK MENIKAH UMUR 17 TAHUN?!

Sebut saja namanya Bapak Dari Tegal (BDT), usianya sekitar 50 tahun. Aku bertemu dengannya saat perjalanan pulang di dalam bus kota pada Kamis (28/7) ini. Awalnya, ia bercerita tentang para pengamen dan penjual asongan di bus yang semakin sopan sekarang. "Beda sama dulu, banyak yang suka maksa," katanya.

BDT mengaku, dia biasanya akan memberikan saja uang kepada para kaum "pemaksa" di bus kota karena tidak ingin berurusan panjang. "Bisa-bisa pisau mereka tancap di perut saya," ujarnya sambil benar-benar memeragakan tangannya yang seperti pisau menekan perut aku (jangan terlalu realistis peragaannya lha pak..)