Kamu pernah bertanya kepadaku
"Bagaimana dengan 'tembok' itu?"
Masih ingatkah kamu jawabanku?
Mari kuulang agar teringat memorimu
Just my life in a spontaneous writing/ but don't trust that seeing is believing/ cause I just learned one thing/ the universe is always changing :)
Rabu, 07 Desember 2011
Minggu, 27 November 2011
KETIKA 4 SERANGKAI PEJALAN KAKI BERJUANG..
Kisah ini terinspirasi setelah aku memutuskan untuk berjalan kaki dari Terminal Ciputat (atau tepatnya di kolong Jalan Layang Ciputat) hingga ke rumahku yang berjarak sekitar 2 kilometer... Aktivitas yang kelihatannya sudah dilupakan oleh mayoritas warga ibukota dan Jakarta coret itu aku lakukan karena Patas AC yang aku tumpangi mengambil jalan pintas dari Lebak Bulus menghindari macet yang kerap terjadi di depan kompleks rumahku.
Akibatnya, Patas AC itu melintasi jalan lain yang tidak melewati kompleks rumahku dan tiba-tiba plop, muncul begitu saja di Terminal Ciputat. Aku harusnya merasa kesal, tetapi entah kenapa ada perasaan senang karena aku bisa mempraktikkan hobiku sejak lama, berjalan kaki (YEEEE....)
Akibatnya, Patas AC itu melintasi jalan lain yang tidak melewati kompleks rumahku dan tiba-tiba plop, muncul begitu saja di Terminal Ciputat. Aku harusnya merasa kesal, tetapi entah kenapa ada perasaan senang karena aku bisa mempraktikkan hobiku sejak lama, berjalan kaki (YEEEE....)
Sabtu, 26 November 2011
MY MOM, THE GREATEST WOMAN IN THE WORLD..
Hi Mom, I wish you're always smiling up there..
Aku biasa memanggil ibuku dengan sebutan Andeh, yang merupakan sebutan dari suku Minangkabau.. Andeh, bila masih hidup saat ini, maka usianya mencapai 63 tahun. Namun, Andeh ditakdirkan meninggal dalam relatif usia muda. Beliau meninggal pada Januari 1995, saat berusia 46 tahun..
Aku ingat pada malam terakhir Andeh masih hidup (saat itu aku masih kelas 2 SMP). Ia sudah sangat kesakitan dengan kanker payudara yang telah menghabisi kedua buah dadanya. Andeh sudah tidak bisa lagi tidur berbaring karena rasa sakitnya, dia tidur terakhir di dunia ini dengan posisi terduduk di kursi yang terletak tepat di samping tempat tidurku. Kakak-kakakku menemani Andeh dengan tidur di lantai.
Aku biasa memanggil ibuku dengan sebutan Andeh, yang merupakan sebutan dari suku Minangkabau.. Andeh, bila masih hidup saat ini, maka usianya mencapai 63 tahun. Namun, Andeh ditakdirkan meninggal dalam relatif usia muda. Beliau meninggal pada Januari 1995, saat berusia 46 tahun..
Aku ingat pada malam terakhir Andeh masih hidup (saat itu aku masih kelas 2 SMP). Ia sudah sangat kesakitan dengan kanker payudara yang telah menghabisi kedua buah dadanya. Andeh sudah tidak bisa lagi tidur berbaring karena rasa sakitnya, dia tidur terakhir di dunia ini dengan posisi terduduk di kursi yang terletak tepat di samping tempat tidurku. Kakak-kakakku menemani Andeh dengan tidur di lantai.
Selasa, 22 November 2011
Sabtu, 19 November 2011
CATATAN KECIL DARI NUSA DUA (8)
FREE NON-RHYME DESCRIPTIVE POETRY
Bayangkan ruangan yang suangatt besar
Mungkin lebih luas dari rumahmu sendiri
Di dalamnya berisi lebih dari 300 komputer
Dan orang-orang berwajah serius mengetik
Dan berbagai tulisan yang terpampang didalamnya
Berisi kata-kata "Broadcast Center" dan "Media Center"
Terdapat pula beberapa layar lebar yang menayangkan
gambar tentang negara-negara ASEAN
Sebenarnya, tidak semuanya sibuk mengetik
Karena terdapat pula beberapa yang bersenda gurau
Dan ada sekelompok kecil mereka yang berfoto bersama
Atau bahkan menonton sepakbola (bila timnas bermain :)
Bayangkan ruangan yang suangatt besar
Mungkin lebih luas dari rumahmu sendiri
Di dalamnya berisi lebih dari 300 komputer
Dan orang-orang berwajah serius mengetik
Dan berbagai tulisan yang terpampang didalamnya
Berisi kata-kata "Broadcast Center" dan "Media Center"
Terdapat pula beberapa layar lebar yang menayangkan
gambar tentang negara-negara ASEAN
Sebenarnya, tidak semuanya sibuk mengetik
Karena terdapat pula beberapa yang bersenda gurau
Dan ada sekelompok kecil mereka yang berfoto bersama
Atau bahkan menonton sepakbola (bila timnas bermain :)
Jumat, 18 November 2011
CATATAN KECIL DARI NUSA DUA (7)
HANYA INGIN BERTANYA YA..
Sudahkah engkau selesai membuat berita?
Karena hati ini ingin kembali bersuara
Menanyakan kabar karena tak lama bersua
Hanya ingin bertanya di mana letak kantormu?
Karena kalau boleh aku ambil langkah seribu
Agar aku dapat segera mengantarmu ke rumahmu
Hanya ingin bertanya apakah hari ini Selasa?
Karena bila jawabannya adalah iya..
Maka malam-malam kita harus lewat Larangan Utara
Sudahkah engkau selesai membuat berita?
Karena hati ini ingin kembali bersuara
Menanyakan kabar karena tak lama bersua
Hanya ingin bertanya di mana letak kantormu?
Karena kalau boleh aku ambil langkah seribu
Agar aku dapat segera mengantarmu ke rumahmu
Hanya ingin bertanya apakah hari ini Selasa?
Karena bila jawabannya adalah iya..
Maka malam-malam kita harus lewat Larangan Utara
Kamis, 17 November 2011
CATATAN KECIL DARI NUSA DUA (6)
Tak ada yang namanya kebetulan. Mungkin Tuhan mentakdirkan aku liputan ke Bali selama sekitar 10 hari agar bisa menonton Indonesia versus Malaysia dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya...
Pasalnya, kalau ada pertandingan sepakbola timnas ditayangkan saat aku di Jakarta, aku pasti tidak pernah bisa menonton penuh. Pasti selalu saja ada alasan, seperti kerja, nonton acara yang lain, kerja, baca buku, kerja, bengong, kerja, makan malam dengan khusyuk, kerja, bergosip, kerja... (Tapi aku sama sekali bukan workaholic lho).
Pasalnya, kalau ada pertandingan sepakbola timnas ditayangkan saat aku di Jakarta, aku pasti tidak pernah bisa menonton penuh. Pasti selalu saja ada alasan, seperti kerja, nonton acara yang lain, kerja, baca buku, kerja, bengong, kerja, makan malam dengan khusyuk, kerja, bergosip, kerja... (Tapi aku sama sekali bukan workaholic lho).
Langganan:
Postingan (Atom)



